√  Pengertian Ekspor dan Impor : Tujuan, Manfaat, Dampak dan Contoh Komoditas Ekspor dan Impor

Posted on

Pengertian Ekspor dan Impor – Dalam kegitan ekonomi suatu negara, kegiatan ekspor dan impor sangat penting dilakukan. Ekspor adalah aktivitas menjual barang/jasa ke luar negeri dan impor adalah membeli barang/jasa dari luar negeri sesuai keputusan dan aturan yang berlaku. Kegiatan ekspor dan impor menjadi faktor penentu kesejahteraan negara dan masyarakatnya dalam bidang perekonomian.

Baca Juga : Pengertian Ekonomi

Pengertian Ekspor dan Impor

Secara etimologi, pengertian ekspor adalah kegiatan menjual barang/jasa tertentu dari dalam ke luar negeri. Badan atau orang yang melakukan ekspor disebut ekportir. Biasanya barang yang diekspor adalah kekayaan alam yang banyak dimiliki  negara pengekspor.

Umumnya ada dua jenis kegiatan ekspor yang bisa dilakukan yaitu ekspor  secara langsung dan ekspor secara tidak langsung. Ekspor langsung adalah aktivitas memasarkan barang/jasa lewat eksportir yang berada di negara berbeda atau negara tujuan ekspor. Sedangkan ekspor tidak langsung adalah aktivitas memasarkan barang/jasa yang dilakukan eksportir negara asal yang kemudian dipasarkan oleh penyalur. Umumnya kendali ekspor langsung terhadap penyalurannya lebih baik dibandingkan ekspor yang dilakukan tidak langsung.

Ada dua jenis komoditi yang sering di ekspor oleh Indonesia yaitu migas (minyak dan gas alam) dan bukan migas. Komoditas migas meliputi bensin, minyak tanah, gas elpiji, dan solar. Sedangkan komoditas nonmigas meliputi hasil pertambangan bukan migas, hasil industri, hasil laut, hasil pertanian juga hasil perkebunan. Biasanya, harga komoditas yang diekspor akan melambung tinggi di luar negeri dibandingkan di dalam negeri.

Pengertian impor adalah suatu aktivitas pembelian barang dari luar negeri lalu dipasarkan lagi di dalam negeri untuk kebutuhan domestik. Lembaga atau orang yang melakukan kegiatan impor disebut importir. Kegiatan impor dilakukan jika barang/jasa yang akan didatangkan ke dalam negeri harganya lebih murah di luar negeri. Contoh kegiatan impor misalnya Indonesia memerlukan gandum untuk memenuhi kebutuhan pangan, tapi karena keadaan alam yang tidak memungkinkan gandum tumbuh, maka dilakukan impor gandum dari negara lain ke Indonesia.

Pengertian Ekpor dan Impor Menurut Para Ahli

Menurut Wikipedia Indonesia

Pengertian ekspor adalah suatu aktivitas pengangkutan aktivitas komoditas dari dalam ke luar negeri. Sebaliknya impor adalah aktivitas masuknya komoditas dari luar ke dalam negeri.

Menurut Departemen Perdagangan Internasional

Pengertian ekspor adalah aktivitas menyalurkan barang dalam ke luar negeri. Sebaliknya impor adalah aktivitas yang mendatangkan barang dari luar ke dalam negeri.

Baca Juga : Kerjasama Ekonomi Internasional

Tujuan Ekspor Impor

Tujuan dilakukan aktivitas ekspor impor secara umum adalah sebagai upaya pemenuhan kepentingan masyarakat dan menambah devisa negara dalam pencapaian kehidupan yang sejahtera.

Tujuan ekspor, diantaranya yaitu:

  • Untuk membuka pasar baru di luar negeri.
  • Untuk memperoleh laba berupa devisa.
  • Untuk memperoleh harga jual yang tinggi.

Tujuan impor, diantaranya yaitu:

  • Terpenuhinya kebutuhan masyarakat negara importir.
  • Dapat memperoleh kebutuhan barang produksi dari negara lain.
  • Terjangkaunya harga barang yang didapatkan dari negara lain.

Manfaat Ekspor dan Impor

Manfaat Ekspor

Berikut sejumlah manfaat kegiatan ekspor, diantaranya:

Menambah Devisa Negara
Kegiatan ekspor menyumbangkan devisa yang besar, terutama bagi negara eksportir.

Memperluas Pasar Bagi Produk Lokal
Kegiatan ekspor sangat berperan dalam memasarkan produk domestik  ke luar negeri. Semakin banyak permintaan produk domestik di luar negeri maka akan semakin besar kegiatan produksi yang berlangsung di dalam negeri. Sebagai contoh, Indonesia khas dengan pakaian batik. Pada saat dilakukan pemasaran batik di luar negeri dan permintaannyaa meningkat, maka secara otomatis kegiatan produksi batik di Indonesia juga akan meningkat.

Memperluas Lapangan Kerja
Dengan adanya ekspor maka secara tidak langsung perluasan produk lokal akan meningkatkan lapangan kerja dalam negeri. Pada saat produksi dalam negeri melonjak maka agar lebih daya guna produsen akan melakukan penambahan tenaga kerja sehingga lowongan kerja terbuka sehingga akan mengurangi pengangguran.

Meningkatkan Hubungan Kerjasama Antarnegara Perdagangan
Hubungan kerjasama perdagangan antar negara dikarenakan kepentingan setiap negara terhadap ketersediaan kebutuhan barang/jasa setiap negara.

Baca Juga : 34 Nama Provinsi di Indonesia

Manfaat Impor

Berikut manfaat kegiatan impor, diantaranya yaitu:

Mendapatkan Bahan Baku
Ketersediaan bahan baku harus terkendali agar kegiatan produksi berjalan dengan baik dan biasanya bahan baku yang dihasilkan dalam negeri relatif lebih mahal dibandingkan bahan baku produksi luar negeri bahkan seringkali bahan baku tidak tersedia dalam negeri. Itu terjadi karena banyaknya produsen dalam negeri yang lebih memiliki mengimpor bahan baku mereka dari luar negeri.

Mendapatkan Barang dan Jasa yang Tidak Bisa Diproduksi Sendiri
Hasil alam yang dimiliki setiap negara berbeda, sedangkan pemenuhan kebutuhan tidak cukup dengan ketersediaan yang ada dalam negeri. Karena itu, kegiatan impor dilakukan sehingga barang dan jasa yang tidak tersedia di dalam negeri dapat tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya.

Memperoleh Teknologi Modern
Kehadiran teknologi modern memiliki peran  penting bagi kemudahan produksi barang tertentu, namun di negara berkembang seperti Indonesia teknologi modern masih sangat terbatas dan untuk mengatasinya Indonesia mengimpor teknologi dari luar negeri agar kegiatan produksi lebih efisien.

Menambah Pemasukan atau Pendapatan Negara
Bertambahnya pendapatan negara dipengaruhi oleh nilai jual barang lebih mahal dibandingkan nilai beli dari kegiatan ekspor.

Dampak Ekspor dan Impor

Dampak negatif pembatasan kegiatan ekspor diantaranya yaitu:

Produsen Kurang Efisien dalam Kegiatan Produksi
Ketidakefisienan produksi produk domestik terjadi akibat kurangnya daya saing untuk meningkatkan kualitas produksi.

Merosotnya Perdagangan Internasional
Lesunya perdagangan terjadi akibat pembatasan aktivitas perdagangan dari salah satu pihak lalu pihak lain membalasnya karena dirugikan.

Terganggunya Pertumbuhan Perekonomian Negara
Pertumbuhan perekonomian terganggu dipicu oleh perdagangan yang lesu akibat penurunan jumlah devisa yang diterima negara.

Baca Juga : Kedatangan Bangsa Barat Ke Indonesia

Dampak negatif yang muncul akibat adanya kegiatan impor diantaranya yaitu:

Meningkatkan Angka Pengangguran
Hal ini disebabkan karena lapangan pekerjaan yang seharusnya tersedia, tapi dengan melakukan kegiatan impor secara spontan peluang membuka lapangan tersebut hilang karena ketersediaan barang sudah diimpor.

Menciptakan Persaingan Bagi Industri Domestik
Aktivitas impor menyebabkan produsen dalam negeri kewalahan dalam menyaingi produsen luar negeri sehingga ditakutkan produsen dalam negeri cenderung mengalah yang akhirnya menjadi tidak berkembang.

Konsumerisme
Konsumerisme adalah konsumsi berlebihan terhadap barang impor yang menyebabkan berkurangnya pendapatan negara.

Dampak positif pembatasan impor diantaranya yaitu:

  • Menekan jumlah pengeluaran devisa ke negara importir,
  • Menekan ketergantungan terhadap barang/jasa impor,
  • Mengembangkan rasa cinta terhadap produk dalam negeri.
  • Menguatkan neraca pembayaran

Komoditas Ekspor dan Impor Indonesia

Setidaknya ada 5 jenis komoditi ekspor terbesar Indonesia, diantaranya:

  • Karet.
  • Produk tekstil.
  • Kelapa Sawit.
  • Hasil hutan.
  • Kakao bubuk.

Beberapa contoh komoditi yang banyak diimpor ke Indonesia, diantaranya:

  • Bahan baku, seperti peralatan helikopter dan mesin pesawat mekanik, peralatan elektronik, besi dan baja.
  • Sektor Pangan, seperti daging hewan beku, buah, beras, kedelai dan lain sebagainya.

Baca Juga : Sejarah Sarekat Islam (SI)

Demikian artikel pembahasan tentang pengertian ekspor dan impor. Semoga bermanfaat