√ Latar Belakang Perang Dunia 1 : Penyebab, Jalan, Negara Yang Terlibat, Akhir dan Dampak

Posted on

Latar Belakang Perang Dunia 1 (PDI) – Perang Dunia I (PDI) adalah sebuah perang global terpusat di Eropa yang dimulai pada tanggal 28 Juli 1914 sampai 11 November 1918. Perang ini sering disebut Perang Dunia atau Perang Besar sejak terjadi hingga dimulainya Perang Dunia II (Perang Dunia 2/PD II) pada tahun 1939, dan Perang Dunia Pertama atau Perang Dunia I setelah itu.

Baca Juga : Kedatangan Bangsa Barat ke Indonesia

Perang Dunia (World War) ini melibatkan semua kekuatan besar dunia, yang terbagi menjadi dua aliansi bertentangan, yaitu Sekutu (berdasarkan Entente Tiga yang terdiri dari Britania Raya, Prancis, dan Rusia) dan Blok Sentral (terpusat pada Aliansi Tiga yang terdiri dari Jerman, Austria-Hongaria, dan Italia; tapi saat Austria-Hongaria melakukan serangan sementara persekutuan ini bersifat defensif, Italia tidak ikut berperang). Kedua aliansi ini melakukan reorganisasi (Italia berada di pihak Sekutu) dan memperluas diri saat banyak negara ikut serta dalam perang. Lebih dari 70 juta tentara militer, termasuk 60 juta orang Eropa, dimobilisasi dalam salah satu perang terbesar dalam sejarah. Ada lebih dari 9 juta prajurit gugur, terutama akibat kemajuan teknologi yang meningkatkan tingkat mematikannya suatu senjata tanpa mempertimbangkan perbaikan perlindungan atau mobilitas.

Perang Dunia I adalah konflik paling mematikan ke-6 dalam sejarah dunia, sehingga membuka jalan untuk berbagai perubahan politik seperti revolusi di beberapa negara yang terlibat.

Apa latar belakang perang dunia 1? Apa penyebab perang dunia 1? Negara mana saja yang terlibat dalam perang dunia 1?

Latar Belakang Perang Dunia 1

Ada beberapa hal yang melatarbelakangi terjadinya perang dunia 1 diantaranya yaitu:

  • Pembunuhan Pangeran Austria Franz Ferdinand oleh kelompok teroris Serbia, Gavrilo Princip di Sarajevo.
  • Persaingan merebut daerah sumber bahan baku, penanaman modal dan daerah pemasaran.
  • Munculnya persekutuan atau blok persaingan politik antar negara-negara Eropa yaitu Triple Alliance yang terdiri dari Jerman, Austria, Italia dan Triple Entante yang terdiri dari Inggris, Prancis, Uni Soviet.

Pada abad ke-19, di Eropa penjajahan tersebar luas. Kekuatan bangsa Eropa seperti Inggris dan Prancis telah membangun kekuasaan penjajahan di keempat penjuru dunia. Jerman, yang sudah membangun kesatuan poitiknya lebih lama dibanding negara lain, bekerja keras untuk menjadi pelopor dalam perlombahan ini.

Pada awal abad ke-20, hubungan yang didasarkan pada kepentingan telah membagi Eropa menjadi dua kutub yang berlawanan. Inggris, Prancis dan Rusia berada di satu pihak serta Jerman dan Kekaisaran Austria-Hungaria yang diperintah oleh keluarga Hapsburg asal Jerman berada di pihak lainnya.

Ketegangan antara kedua kelompok tersebut semakin hari semakin meningkat, hingga akhirnya pada tahun 1914 terjadi pembunuhan menjadi pemicu perang. Pangeran Franz Ferdinand, pewaris tahta Kekaisaran Austria-Hungaria, dibunuh oleh kaum nasionalis Serbia yang berusaha menekan pengaruh kekaisaran tersebut di daerah Balkan. Dalam kurun waktu yang amat singkat, hasutan setelah peristiwa ini menyeret seluruh benua Eropa ke dalam peperangan.

Pertama, Austria-Hungaria menyatakan perang kepada Serbia. Rusia, sekutu abadi bangsa Serbia kemudian menyatakan perang terhadap Austria-Hungaria.

Penyebab Perang Dunia 1

Perang Dunia I terjadi sekitar 1914-1918. Pada hakikatnya, ini merupakan perang antarnegara yang berada di kawasan Eropa kemudian perang Dunia I meluas ke wilayah sekitarnya. Negara yang berperang yaitu negara yang berada di Blok Sekutu dan Blok Sentral. Pada dasarnya mereka berperang hanya untuk mempertahankan kemashuran, keangkuhan serta kekuasaan.

Baca Juga : Isi Dekrit Presiden 5 Juli 1959

Sebab Umum Perang Dunia 1

Ada beberapa sebab umum perang dunia 1, diantaranya yaitu:

Persaingan Ekonomi dan Politik

Pada abad ke-19, di Eropa penjajahan tersebar luas. Kekuatan bangsa Eropa seperti Inggris dan Prancis telah membangun kekuasaan penjajahan di keempat penjuru dunia. Jerman, yang sudah membangun kesatuan poitiknya lebih lama dibanding negara lain, bekerja keras untuk menjadi pelopor dalam perlombahan ini.

Pada awal abad ke-20, hubungan yang didasarkan pada kepentingan telah membagi Eropa menjadi dua kutub yang berlawanan. Inggris, Prancis dan Rusia berada di satu pihak serta Jerman dan Kekaisaran Austria-Hungaria yang diperintah oleh keluarga Hapsburg asal Jerman berada di pihak lainnya.

Muncul Persekutuan Negara-Negara Eropa

Triple Alliance 1882 (Jerman, Austria-Hungary, Italia)

Triple Alliance adalah persahabatan militer antara Jerman, Austria-Hungary dan Italia, Sejarah persahabatan tersebut mulai pertama kali sejak Austria-Hungary mengalami krisis saat menghadapi konflik Bosnia, saat itu Bosnia telah dibantu oleh Serbia dan Rusia, lalu Austria-Hungary meminta dukungan dari Jerman pada tahun 1879.

Seperti Jerman, Italia memiliki keinginan yang dalam menjaga kestabilan nasional, terlebih Italia sedang berselisih dengan Prancis memperebutkan Tunisia pada tahun 1881. Pada tahun 1882, Italia menjalin kerjasama dengan Jerman dan Austria-Hungary. Ketiga negara ini memiliki keinginan yang sama untuk menjadi Great Power atau Adikuasa pada masa awal abad ke-20 nanti. Istilah yang diberikan kepada ketiga negara ini adalah Central Power atau Blok Sentral.

Pada awalnya Italia memihak pada Triple Alliance tapi akhirnya Italia berbalik arah menyerang Jerman dan Austria-Hungary. Faktanya Triple Alliance lebih didukung oleh anggota baru mereka yaitu Khilafah Islamiah Usmani Turki dibanding Italia sebagai Anggota aslinya. Alasan Italia tersebut dikarenakan pada awal berpecah Perang Italia menyatakan diri sebagai Negara yang netral, tapi lambat laun Italia merasa dirugikan Triple Alliance kemudian Italia pindah ke Triple Entente.

Triple Entente (Perancis, Inggris, Rusia)

Triple Entente (“Entente”- bahasa Perancis untuk “persetujuan”) adalah istilah yang diberikan untuk perserikatan negara Inggris, Perancis dan Rusia. Sejarah persahabatan ini mulai terlihat setelah ditandatangani Anglo-Russian Entente atau Anglo-Russian Convention pada 31 Agustus 1907 di St . Petersburg yang ditandatangani oleh Alexander Izvolsky yang merupakan menteri luar negeri kekaisaran Rusia dan Sir Arthur Nicolson yang merupakan duta besar Inggris di Rusia. Hasil Anglo-Russian Entente menggambarkan dimana masing-masing mereka diharuskan saling memperbaiki hubungan diplomatik, memperbesar kekuasaan dan memiliki pola pengaruh tersendiri di Iran , Afghanistan dan Tibet. Saat itu, Iran dimisalkan dibagi ke dalam tiga daerah yaitu daerah Inggris di selatan , daerah Rusia di utara dan daerah netral sebagai penyangga di diantaranya. Persetujuan tersebut menjadi simpul kuat antara Inggris, Rusai dan Prancis yang sebenarnya pada tahun-tahun belakangan sudah memiliki kedekatan.

Sebelum Anglo-Russian Entente sudah terjadi Entente Cordiale pada 8 April 1904 antara Inggris dan Prancis yang dilatarbelakangi kehendak memperlancar Imperialisme, ketakuatan akan perang dan ketakutan akan ekspansi Jerman. Entente Cordiale (“Cordiale” – bahasa Perancis untuk “ramah tamah”) berlangsung secara rahasia di kota London dengan ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri Prancis yaitu Théophile Delcassé dan Duta Besar Negara Prancis untuk Inggris yaitu Paul Cambon serta Sekretaris Hubungan Luar Negeri Inggris yaitu Lord Lansdowne.

Baca Juga : Kerjasama Ekonomi Internasional

Selain itu, sebelum terjadi Anglo-Russian Entente telah terjadi Franco-Russian Alliance pada 4 Januari 1892 yaitu persetujuan persahabatan militer antara Prancis dan Rusia , bukti persetujuan ini masih dapat dolihat di kota Paris, yaitu berupa patung Pont Alexandre III di Paris dan the Trinity Bridge di St. Petersburg, Rusia. Dari persekutuan dan persetujuan inilah pada puncaknya berdiri persekutuan yang sangat erat antara Inggris, Prancis dan Rusia yang dikenal dengan Blok Sekutu.

Pengaruh Darwinisme Sosial

George Wilhelm Friedrich Hegel (27 Agustus 1770-14 November 1831) merupakan seorang filsuf idealis Jerman yang lahir di Stuttgart, Württemberg. Pengaruhnya sangat luas terhadap para penulis dari berbagai posisi, termasuk para pengagumnya seperti F. H. Bradley, Sartre, Hans Küng, Bruno Bauer, Max Stirner, Karl Marx dan mereka yang menentangnya seperti Kierkegaard, Schopenhauer, Nietzsche, Heidegger, Schelling.

Bisa dikatakan ia adalah orang yang pertama kali memperkenalkan dalam filsafat, gagasan bahwa Sejarah dan hal yang konkret adalah penting untuk bisa keluar dari lingkaran philosophia perennis, yaitu masalah-masalah abadi dalam filsafat. Ia juga menekankan pentingnya Yang Lain dalam proses pencapaian kesadaran diri (filsafat dialektika tuan-hamba).

Pemikiran utama Hegel adalah negara merupakan penjelmaan “Roh Absolut” (Great Spirit atau Absolute Idea). Negara bersifat absolute melampaui hak individu, berbeda dengan J.J Roaseau dan John Locke, Hegel berpendapat Negara bukan sebagai alat kekuasaan tapi tujuan itu sendiri. Karena itu dalam pribadi Hegel bukan Negara yang harus mengabdi terhadap Rakyat tapi sebaliknya demi kebaikan Negara dan rakyat itu sendiri.

Dari pemikiran Hegel maka mulai muncul Ludwig Feurbach (1804-1872), Karl Marx (1818-1883) dan Soren Kierkegand (1813-1855), walaupun ada perbedaan tapi semuanya masih searah dengan Hegel dan memiliki keyakinan hanya fenomena alam yang berada.

Fenomena selalu bisa dilihat dan dirasa, manusia adalah makhluk alamiah yang didorong nafsu alamiah. Yang terpenting dari manusia bukan akalnya tapi usaha, sebab pengetahuan adalah alat untuk keberhasilan usaha. Kebahagiaan manusia bisa dicapai di Dunia ini, karena itu agama dan metafisika harus ditolak.

Walaupun ide Hegel yang dikenal Idealisme dan ide Ludwig Feurbach, Karl Marx dan Soren Kirkegand yang dikenal Sosialisme dan Materialisme berbeda prinsipnya tapi pada dasarnya prinsip Negara dan kebahagiaan serta metafisika memiliki aliran yang sama. Ide ini dirubah menjadi karya nyata yang sangat dikagumi pada masanya oleh Charles Robert Darwin (12 Februari 1809-19 April 1882).

Darwin adalah seorang naturalis Inggris yang teori revolusionernya meletakkan landasan bagi teori evolusi modern dan prinsip garis keturunan yang sama (common descent) dengan mengajukan seleksi alam sebagai mekanismenya. Teori tersebut kini dianggap sebagai komponen integral dari biologi (ilmu hayat).

Darwin mengembangkan minatnya dalam sejarah alam saat ia mulai belajar ilmu kedokteran dan teologi di universitas. Perjalanan lautnya ke seluruh dunia selama lima tahun di atas kapal HMS Beagle membuat tulisan-tulisan selanjutnya miliknya menjadikan ia seorang geologis terkemuka dan penulis yang terkenal.

Pengamatan biologisnya membawa ia pada kajian tentang transmutasi spesies dan ia mengembangkan teorinya tentang seleksi alam pada 1838. Karena sadar sepenuhnya bahwa orang-orang lain yang mengemukakan gagasan yang dianggap sesat seperti itu mengalami hukuman yang hebat, ia hanya menyampaikan penelitiannya ini pada teman-teman terdekatnya.

Baca Juga : Sejarah G30S/PKI

Tapi, ia meneruskan penelitiannya dengan menyadari akan munculnya berbagai keberatan terhadap hasilnya. Tapi padatahun 1858 informasi bahwa Alfred Russel Wallace juga menemukan teori serupa mendorongnya melakukan penerbitan bersama tentang teori Darwin.

Bukunya On the Origin of Species by Means of Natural Selection, or The Preservation of Favoured Races in the Struggle for Life (biasanya disingkat menjadi The Origin of Species) (1859) merupakan karyanya yang paling terkenal hingga sekarang. Buku tersebut menjelaskan evolusi melalui garis keturunan yang sama sebagai penjelasan ilmiah yang dominan mengenai keanekaragaman di dalam alam.

Darwin merupakan pencetus Darwinisme Sosial, Darwinisme Sosial banyak menginspirasi para pemimpin di Eropa agar tidak ragu mengganggap benar teori Hegel ide-ide Sosialisme dan Materialisme. Bukti mengenai hal ini bisa ditemukan dari catatan harian para pemimpin dalam Perang Dunia Pertama.

Krisis Juli 1914

Diduga sebab Perang Dunia pertama juga adalah krisis yang memuncak di bulan Juli, krisis ini diawali dengan macetnya rempah-rempah khusunya sepinya tembakau yang beredar di kota Bremen dan kota Hamsburg Jerman. Konon tembakau yang menjadi sumber utama krisis ekonomi dikarenakan macetnya panen tembakau di daerah timur Indonesia.

Sebab Khusus Perang Dunia 1

Ada beberapa sebab khusus perang dunia 1, diantaranya yaitu:

  • Terjadi Insiden Sarajevo, yaitu terbunuhnya putra mahkota Austria Frans Ferdinand dan istrinya di Sarajevo (Ibukota Bosnia) oleh Gavrilo Principe yang merupakan anggota kelompok nasionalis Serbia Tanggal 28 Juni 1914. Akhirnya Austria mengeluarkan ultimatum yang dikenal dengan nama Ultimatum Habsurg kepada Serbia agar menyerahkan pembunuhnya dalam waktu dekat, tapi ultimatum tersebut tidak digubris oleh Serbia. Akibatnya Austria mengumumkan perang terhadap Serbia pada tanggal 28 Juli 1914.
  • Pada tanggal 1 Agustus 1914 Sekutu Austria yaitu Jerman menyatakan perang terhadap Rusia.
  • Pada tanggal 4 Agustus 1914 Jerman menyatakan perang terhadap Perancis dan Inggris, dan dalam waktu singkat perang meluas keseluruh Eropa.

Jalannya Perang Dunia 1

Perang Dunia 1 berlangsung dari 28 Juli 1914 hingga 11 November 1918 yang diawali perang antara Austria-Serbia lalu melibatkan sekutu-sekutunya yang tergabung ke dalam aliansi masing-masing. Serbia mendapatkan dukungan dari Prancis dan Rusia. Jerman menyatakan keberpihakannya pada Austria dengan menyatakan perang dengan Prancis.

Pada 4 Agustus 1914, saat Jerman menerobos Belgia untuk menyerang Prancis, Inggris memberikan bantuan kepada Belgia dan Prancis dan menyatakan perang dengan Jerman. Dalam seminggu, lima negara besar terlibat dalam perang Austria-Serbia. Kemudian terjadi perang besar-besaran.

Perang Austria-Serbia bisa dianggap sebagai alibi bagi dua aliansi yang berseteru untuk membalaskan dendam masing-masing dan juga sebagai ajang penunjukan kekuatan masing-masing.

Peperangan terjadi di dua front, yaitu barat dan timur. Jerman menghadapi Prancis di front barat dan Rusia di front timur. Jerman merencanakan untuk menghancurkan Perancis di front barat sebelum menghadapi Rusia di timur.

Pada September 1914, Jerman sudah mencapai sungai Marne dan mengancam Paris. Akan tetapi, rencana tersebut gagal karena mendapatkan perlawanan sengit dari Prancis. Selain itu Jerman harus menghadapi Rusia yang sudah menuju Prusia.

Baca Juga : Sejarah Perang Aceh

Prancis bisa menahan Jerman di sungai Marne, Inggris tetap bisa menguasai selat Inggris serta Rusia tetap bisa bertahan di Prusia. Pasukan militer kedua belah pihak mengambil posisi masing-masing dalam parit-parit perlindungan yang memanjang sejauh 78 km dari laut Utara sampai perbatasan Swiss.

Ketika perang mulai melambat, kedua belah pihak berusaha memperkuat diri masing-masing di luar Eropa dengan memperluas daerah jajahannya. Inggris dan Prancis menyerang daerah jajahan Jerman di Togoland, Kamerun dan Afrika Timur. Di Asia Pasifik, Jepang mengambil alih daerah jajahan Jerman di Kepulauan Marshall, Mariana, dan Karolina.

Untuk mematahkan blokade Inggris, pada 31 Januari 1917 Jerman melancarkan perang kapal selam tak terbatas secara besar-besaran. Akibatnya 5 kapal dagang dan penumpang Amerika Serikat ditenggelamkan Jerman pada Maret 1917, termasuk Kapal Lusitania yang sudah lebih dulu ditenggelamkan oleh Jerman pada 7 Mei 1915.

Amerika yang semula bersikap netral, akhirnya menyatakan perang terhadap Jerman pada 10 April 1917. Sedangkan di Rusia terjadi pergolakan dari kaum buruh yang menginginkan perdamaian.

Terjadi revolusi buruh yang menggulingkan kekuasaan Kaisar Nicolas II dibawah pimpinan Lenin dari kaum Bolshevik.Hal tersebut merupakan salah satu langkah dari pemerintahan kaum Bolshevik untuk menarik diri dari Perang Dunia I dengan melakukan Perjanjian Brest Litovsk (1918). Hal tersebut sangat menguntungkan Blok Sentral.

Sejak pasukan Amerika Serikat memasuki benua Eropa, Blok Serikat mampu memukul mundur pasukan Blok Sentral. Akibatnya, pada September 1918, Bulgaria mengajukan damai dan satu persatu negara yang bergabung dalam Blok Sentral mengalami kekalahan.

Pasukan Blok Serikat mulai menduduki Macedonia dan Serbia, Inggris berhasil menduduki Yerusalem. Bersamapasukan Arab, Inggris di bawah Jendral Allenby berhasil mendesak Turki dan berhasil merebut benteng-benteng pertahanan dari Baghdad sampai Aleppo.

Turki tidak kuat lagi menahan serangan-serangan Blok Serikat. Akhirnya Turki harus menandatangani Perjanjian Sevres pada Tahun 1920. Sementara itu, bangsa-bangsa Polandia, Cekoslovakia, Kroasia dan Slavia membebaskan diri dan membentuk negara merdeka setelah kekaisaran Austria-Hongaria runtuh.

Pasukan Jerman terus berjuang menahan gempuran Sekutu. Semangat pasukan Jerman mulai rontok dan rakyat Jerman mengalami kelaparan. Sedangkan, di dalam negeri Jerman sendiri terjadi pemberontakan rakyat. Gerakan orang-orang komunis di Munchen dapat menggulingkan kekaisaran Wilhelm II sehingga terbentuklah negara republik.

Akhirnya Jerman pada 11 November 1918 menandatangani perjanjian gencatan senjata menurut syarat-syarat yang ditentukan pihak Blok Serikat. Perang Dunia I berakhir setelah Jerman menandatangani Perjanjian Versailles pada 28 Juni 1919.

Negara yang Terlibat Perang Dunia 1

Dalam Perang Dunia I, ada dua kubu kekuatan yang saling berhadapan, kubu-kubu tersebut disebut dengan Blok, yang terdiri dari Blok Sentral yang diketuai oleh Jerman dan Blok Sekutu yang diketuai oleh Perancis. Pada 1917, Amerika Serikat menggabungkan diri dan kedua blok sekutu diambil alih oleh Amerika Serikat.

Blok Sekutu, terdiri dari:

  • Rusia
  • Perancis
  • BritaniaRaya
  • Kanada
  • Italia
  • Amerika Serikat

Baca Juga : Pemberontakan DI/TII

Negara-negara yang bergabung, terdiri dari:

  • Kerajaan Serbia
  • Kerajaan Rusia (hingga November 1917)
  • Perancis (termasuk pasukan dari negara koloni Perancis)
  • Kerajaan Inggris

Blok Sentral, terdiri dari:

  • Austria-Hungaria
  • Jerman
  • Kekaisaran Ottoman
  • Bulgaria

Akhir Perang Dunia 1

Pada tahun 1917, Rusia menghentikan peperangan karena Lenin mengobarkan revolusi dalam negeri. Kemudian, Lenin berdamai dengan Jerman dengan menanda tangani perdamaian brest litwork walaupun dengan syarat yang berat bagi Rusia.

Menjelang berakhirnya perang Dunia I, banyak kalangan di Jerman yang merasa tidak puas karena sudah ada tanda bahwa negaranya akan kalah. Sedangkan di Jerman juga terjadi pemberontakan para pelaut di Kiel. Pangeran Von Max pemimpin kabinet koalisi, berusaha agar Jerman menjadi kerajaan terbatas bukan absolut. Namun hal tersebut tidak membuat Sekutu menghentikan peperangan karena Amerika menghendaki Jerman menjadi negara yang demokratis.

Pada tanggal 25 September 1918, Bulgaria menyerah; pada 30 Oktober 1918, Turki menyerah dan pada 27 oktober 1918 Austria menyerah. Akhirnya, Jerman yang tinggal sendirian menyerah pada tanggal 11 november 1918. Raja Wilhelm melarikan diri ke Belanda yang bersikap netral pada PD I.

Kemudian, di Jerman dibentuk pemerintahan sementara berbentuk republik Kesatuan di bawah Presiden Fredrich Ebert dan Perdana Mentri Scheidmann dari partai Sosialisasi Demokrat. Setelah keadaan kembali aman, majelis Nasional berkumpul di weimer untuk menyususn UUD, sehingga terbentuk Republik Weimar.

Negara-negara yang bergabung dalam Triple Alliance sebagai pihak yang kalah perang dipaksa untuk menanda tangani perjanjian tanpa perundingan terlebih dahulu, perjanjian tersebut diantaranya:

  • Jerman menandatagani perjanjian versaille atau terkenal dengan Diktat Versalle (1919).
  • Austria menandatagani pardamaian Saint Germain (1919)
  • Bulgaria menadatagani Perjanjian Neuilly.
  • Turki menandatagani Perjanjian Sevres (1920).

Perjanjian Perang Dunia 1

Berikut ini beberapa perjanjian perang dunai 1, diantaranya yaitu

Perjanjian Versailles (28 Juni 1918)

Perjanjian Versailles adalah perjanjian yang terjadi antara pihak Sekutu dan Jerman. Perjanjian Versailles terjadi pada tanggal 28 Juni 1918. Isi Perjanjian Versailles diantaranya yaitu:

  • Jerman menyerahkan Alsace-Lorraine kepada Perancis dan Eupen-Malmedy kepada Belgia.
  • Danzig dan sekitarnya menjadi kota merdeka di bawah LBB.
  • Jerman kehilangan semua tanah jajahannya yang diambil oleh Inggris, Perancis, dan Jepang.
  • Jerman harus membayar ganti rugi perang sebesar 132 Milyar Mark emas.
  • Angkatan perang Jerman diperkecil.
  • Kapal perang maupun kapal dagang Jerman diambil alih oleh Inggris.
  • Daerah Jerman sebelah barat Sungai Rhijn (Rhein) diduduki oleh sekutu selama 15 tahun.

Baca Juga : Pemberontakan Andi Azis

Perjanjian St. Germain (10 November 1919)

Perjanjian St. Germain ini terjadi pada 10 November 1919 yang merupakan perjanjian antara pihak sekutu dan Austria. Isi Perjanjian St. Germain diantaranya yaitu:

  • Tidak diperkenankan adanya gabungan Jerman-Austria.
  • Austria harus menyerahkan daerah Tirol Selatan, Istria kepada Italia dan Bohemia, Moravia kepada Cekoslowakia.

Perjanjian Sevres (20 Agustus 1920)

Perjanjian Sevres ini terjadi pada 20 Agustus 1920 yang merupakan perjanjian antara Pihak Sekutu dan Turki. Isi perjanjian sevres diantaranya yaitu

  • Daerah Turki diperkecil dan hanya tinggal kota Konstantinopel dan sekitarnya.
  • Daerah yang penduduknya bukan orang Turki harus dilepaskan.
    Smyrna dan Thracia diduduki oleh Yunani. Dardanella, Laut Marmora, Selat Bosporus harus dibuka untuk kapal-kapal dari semua bangsa.
  • Armenia diberi status merdeka.
  • Kurdi dimerdekakan.

Perjanjian Neuilly (27 November 1919)

Perjanjian Neuilly ini terjadi pada 27 November 1919 yang merupakan perjanjian antara pihak Sekutu dan Bulgaria. Isi perjanjian Neuilly adalah Bulgaria menyerahkan daerah pantai Aegia kepada Yunani.

Perjanjian Trianon (4 Juni 1920)

Perjanjian Trianon ini terjadi pada 4 Juni 1920 yang merupakan perjanjian antara Pihak Sekutu dan Hungaria. Isi perjanjian Trianon, diantaranya yaitu:

  • Daerah Hongaria diperkecil.
  • Keluarga Hapsburg tidak boleh menjadi raja di Austria-Hongaria.

Dampak Perang Dunia 1

Berikut beberapa dampak perang dunia 1, diantaranya:

Bidang Politik

Dampak adanya perang dunia 1 di bidang ekonomi, diantaranya yaitu:

Timbulnya perubahan kekuasaan wilayah
Pengaruh Perang Dunia I dalam bidang politik sangat terasa. Wilayah kekuasaan negara yang berperang mengalami perubahan. Jerman, Austria, dan Turki menjadi republik dan wilayahnya menjadi sempit, selain itu muncul negara-negara baru seperti Polandia, Finlandia, Cekoslowakia, Hongaria, Mesir, Irak, Saudi Arabia, Syiria, Lebanon dan Austria.

Timbulnya paham politik
Paham baru sebagai reaksi terhadap paham demokrasi liberal yang tidak berhasil menghadapi kekacauan di beberapa negara Eropa bermunculan. Di Italia lahir paham fasisme yang diperkenalkan oleh Benito Mussolini.

Baca Juga : Sejarah Masuknya Islam Ke Indonesia

Bidang Ekonomi

Sistem ekonomi liberal yang dipandang menyulitkan diganti dengan sistem ekonomi terpimpin yang banyak melibatkan kekuasaan negara. Hal tersebut terjadi bukan hanya di negara-negara totaliter, Namun juga di negara-negara liberalseerti Amerika Serikat di bawah Presiden Roosevelt.

Bidang Sosial

Industri peralatan perang semakin maju dengan pesat sehingga kaum buruh meningkat dan menduduki posisi yang semakin kuat. Undang-undang sosial pun dikeluarkan di beberapa negara. Sementara itu, gerakan emansipasi wanita mendapat sambutan yang menggembirakan kerena dalam peperangan yang menjadi tenaga palang merah.

Bidang Kemanusiaan

Keadaan perekonomian masing-masing negara yang terlibat dalam kancah peperangan menjadi hancur. Hal tersebut membawa dampak kepada umat manusia. yaitu kemiskinan dan kemelaratan semakin mencekam, wabah penyakit merajela, penduduk yang negaranya sedang berperang banyak kehilangan tempat tinggal, banyak manusia yang tak berdosa harus kehilangan nyawa dan cacat mental maupun cacat tubuh, dan banyak lagi akibat yang dapat ditimbulkan dengan meletusnya Perang Dunia 1.

Demikan artikel pembahasan tentang kronologi perang dunia 1, semoga bermanfaat.